Translate

Minggu, 03 Oktober 2021

Petani Tanda Tangan Kesepakatan untuk Rehabilitasi Hutan Lindung di Blok Pusungbunder, Lereng Gunung Arjuna

 

Petani yang menggarap lahan di hutan lindung blok Pusungbunder, lereng Gunung Arjuna, akhirnya menandatangani kesepakatan untuk merehabilitasi hutan lindung tersebut dengan cara alih komoditi dari tanaman sayur ke pohon buah-buahan. Kesepakatan itu dilakukan dengan simbol pemasangan papan informasi rehabilitasi hutan yang dilengkapi dengan penandatanganan berita acara oleh petani, Perhutani dan PROFAUNA Indonesia pada tanggal 23 September 2021.

Dalam berita acara tersebut, petani sepakat tidak akan memperluas lagi pembukaan lahan untuk pertanian dan juga bersedia untuk alih komoditi tanaman sayuran menjadi pohon buah-buahan. Berita acara tersebut ditandangani oleh Asper Perhutani BKPH Singosari Eko Ali Ismail, perwakilan petani Andrik Arsufii dan dari pihak PROFAUNA Indonesia yaitu Rosek Nursahid.

“Dengan telah ditandatangani kesepatan rehabilitasi hutan tersebut, maka petani punya kewajiban untuk segera menanam pohon buah-buahan, namun tetap sebanyak 20% dari luas lahan itu harus ditanami pohon rimba”, tegas Rosek Nursahid.

Rehabilitasi hutan lindung dengan penanaman pohon buah tersebut, menjadi jalan tengah yang saling menguntungkan, karena faktanya hutan lindungnya sudah terlanjur ditanami sayuran. Dengan alih komoditi dari sayuran ke pohon buah itu maka petani tetap akan dapat keuntungan secara ekonomi dari panen buahnya, tetapi fungsi pohon dalam hutan lindung juga tetap ada.

“Dalam berita acara tersebut ada 20 petani yang sudah tanda tangan dan ini harap benar-benar dilaksanakan kesepakatannya, jangan sampai ada yang melanggarnya seperti mematikan pohon yang ada atau memperluas lahan garapan”, kata Rosek.

Sebelumnya, petani telah melakukan pemetaan partisipatif tentang batas-batas lahan garapannya. Pemetaan partisipatif tersebut didampingi terus oleh tim lapangan PROFAUNA Indonesia.

Ini Hasil dari Monitoring Burung Rangkong di Cagar Alam Pulau Sempu

  Tim Balai Besar KSDA Jawa Timur dan PROFAUNA Indonesia melakukan monitoring keberadaan jenis-jenis burung rangkong di Cagar Alam Pulau Sem...