Translate

Rabu, 09 Februari 2022

Ini Dia Daftar Lengkap Satwa Liar yang Ada di Cagar Alam Pulau Sempu Tahun 2021

 
PROFAUNA Indonesia dan BKSDA Jatim mendata ada 80 jenis burung, 11 mamalia dan 5 reptil di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang pada ahun 2021. Beberapa jenis burung keluarga rangkong yang masuk kategori langka juga tercatat ada di cagar alam seluas 877 ha itu, antara lain burung Kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris), Julang mas (Rhyticeros undulatus), dan Rangkok badak (Buceros rhinoceros).

Selain burung rangkong, jenis burung lain yang dijumpai antara lain elang ular (Splirornis cheela), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), serak jawa (Tyto alba), serindit jawa (Loricullus pusilus), takur tenggeret (Psilopogon australis), takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephala), paok pancawarna (Hyodrornis guanjanus), pelanduk semak (Malacocincla sepiarium) dan delimukan zamrud (Chalcophaps indica).

Daftar lengkap jenis satwa liar yang ditemui di Cagar Alam Pulau Sempu tahun 2021 bisa dunduh pada link berikut: Daftar lengkap satwa di Sempu

Selasa, 08 Februari 2022

Ditemukan 80 jenis burung, 11 mamalia dan 5 reptil di Cagar Alam Pulau Sempu

  

Sepanjang tahun 2021 tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dan PROFAUNA Indonesia mendata ada 80 jenis burung, 11 mamalia dan 5 reptil di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang. Beberapa jenis burung keluarga rangkong yang masuk kategori langka juga tercatat ada di cagar alam seluas 877 ha itu, antara lain burung Kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris),  Julang mas (Rhyticeros undulatus), dan Rangkok badak (Buceros rhinoceros).

Selain burung rangkong, jenis burung lain yang dijumpai antara lain elang ular (Splirornis cheela), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), serak jawa (Tyto alba), serindit jawa (Loricullus pusilus), takur tenggeret (Psilopogon australis), takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephala), paok pancawarna (Hyodrornis guanjanus), pelanduk semak (Malacocincla sepiarium) dan delimukan zamrud (Chalcophaps indica).

Untuk jenis mamalia, yang tercatat ditemukan di Cagar Alam Pulau Sempu ada 11 jenis, antara lain kijang (Muntiacus muntjack), kancil (Tragalus javanicus) babi (Sus scrofa), jelarang (Ratufa bicolor), lutung jawa (Trachyipitechus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kucing tandang (Prionailurus planiceps), dan trenggiling (Manis  javanicus).

Sedangkan dari golongan reptil, tercatat ada 5 jenis, antara lain ular pucuk (Ahaetulla prasina), ular tambang (Dendrelaphis pictus), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), cicak terbang (Draco volans) dan tokek (Gecko gecko).

Melihat keragaman satwanya, Cagar Alam Pulau Sempu boleh dibilang sebagai sebuah laboratorium alam yang komplit untuk belajar tentang keragaman flora, fauna dan ekosistem. Pulau Sempu mempunyai nilai penting secara keilmuan, konservasi dan geografi.

“Keberadaan cagar alam Pulau Sempu wajib dilestarikan, untuk itulah kenapa kegiatan wisata tidak diperkenankan, karena bisa mengganggu keberadaan dari satwa liar dan habitat alaminya,” kata Erik Yanuar, manajer lapangan PROFAUNA Indonesia.

Menurut UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kegiatan yang boleh dilakukan di cagar alam adalah penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan dan budidaya yang menunjang. Sedangkan kegiatan wisata memang tidak diperbolehkan.

Rabu, 05 Januari 2022

Pembagian Sembako ke Petani yang Tinggal di Tengah Hutan

 
Tahukah sahabat bahwa ada orang-orang yang harus tinggal di tengah hutan untuk bertani? Mereka membangun pondok sederhana, yang penting tidak kehujanan atau kepanasan ketika mereka beristirahat. Para petani itu memutuskan tinggal di pondok, karena ada yang memang tidak punya rumah, tapi ada juga yang alasan efesiensi waktu karena jarak dari rumah ke pondoknya tersebut memakan waktu yang lama. Belu lagi jalan terjal yang susah dilalui.

Seperti para petani di lereng Gunung Arjuna, mereka ada yang memilih tinggal di pondok sederhana di tengah hutan produksi ataupun hutan lindung. Bahkan ada seorang ibu tua yang akab dipanggil MBok Yem, yang tinggal sendirian di tengah hutan selama  bertahun-tahun.

Para petani hutan itu menjadi sahabat PROFAUNA juga, karena mereka turut membantu melakukan edukasi terkait konservasi hutan dan pelestarian satwa liar. Beberapa pondok mereka juga sering dipakai tim PROFAUNA untuk istirahat sejenak kala melakukan patrol hutan.

Sebagai wujud syukur 27 tahun PROFAUNA Indonesia, pada tanggal 27 Desember 2021 tim Ranger PROFAUNA melakukan pembagian sembako ke petani hutan yang ada di lereng Gunung Arjuna area Karangploso dan Batu. Sembako yang dibagikan berisikan beras, gula dan minyak goreng.

Pembagian sembako ke pondok petani ini bukan perkara mudah, karena jalan yang dilalui sangat licin. Maklum sedang musim hujan. Sementara lokasi pondok petani tersebut kebanyakan berada di tengah hutan dengan jalan menanjak terjal.

Tonton videonya: Ekstrimnya jalan ke pondok petani

Senin, 03 Januari 2022

Liburan Tahun Baru, Petugas Halau 87 Wisatawan Ilegal di Cagar Alam Pulau Sempu

 


Meskipun Cagar Alam Pulau Sempu peruntukannya bukan untuk tujuan wisata, namun masih saja ada orang yang masuk secara illegal ke pulau yang ada di seberang Pantai Sedangbiru, Kabupaten Malang ini. Apalagi pada musim liburan seperti tahun baru, wisatawan akan membludak, membuat petugas kewalahan.

Selama periode 31 Desember 2021 hingga  2 Januari 2022, PROFAUNA mencatat ada sekitar 87 wisatawan ilegal yang berhasil dihalau oleh tim gabungan dari BBKSDA Jatim dan PROFAUNA Indonesia. Dengan menyewa perahu, para wisatawan tersebut berusaha masuk ke pulau seluas 877 ha ini. Namun petugas secera tegas namun persuasif, mengarahkan wisatawan tersebut kembali ke Pantai Sendangbiru, tidak boleh masuk ke Pulau Sempu.

Sesuai undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, memang cagar alam itu tidak boleh untuk kegiatan wisata. Info lebih lengkap bisa dibaca pada link berikut: Mengenal keragaman hayati Pulau Sempu.

Latar belakang wisatawan yang berusaha berwisata di Cagar Alam Pulau Sempu ini sangat beragam. Mulai dari mahasiswa, ASN, wiraswastawan, pegawai BUMN, polisi hingga anggota TNI.

“Syukurlah sebagian besar wisatawan yang hendak masuk ke Pulau Sempu itu bersedia balik arah setelah kami edukasi, meskipun ada juga yang dengan arogan ngotot ingin masuk, tapi tetap kami larang,” kata Erik Yanuar, manajer lapangan PROFAUNA Indonesia.

Dalam menjaga Pulau Sempu di tahun baru tersebut, tim PROFAUNA menurunkan 4 personil, sedangkan dari BBKSDA Jatim ada 3 personil. Memang jumlah personil dirasa masih kurang ketika puncak liburan seperti tahun baru, namun tim tetap semangat menjaga pulau dengan segala keterbatasan yang ada.

Mengenal Jenis Amfibi yang Ada di Hutan Pendidikan P-WEC

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu keanekaragaman yang tertinggi di Indone...