Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu keanekaragaman yang tertinggi di Indonesia yaitu amfibi terdiri dari 409 jenis dari total 8.007 jenis yang ada di Dunia. Namun, penelitian mengenai amfibi di Indonesia masih sangat terbatas, dikarenakan luasnya wilayah geografis negara Indonesia dan dana penelitian yang belum memadai. Amfibi terbagi ke dalam 3 ordo yaitu ordo Anura, Gymphiona dan Caudata.
Hutan Pendidikan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) merupakan kawasan konservasi yang digunakan sebagai pusat edukasi konservasi alam. Namun jenis-jenis amfibi di kawasan ini belum diketahui, padahal inventarisasi mengenai jenis-jenis amfibi sangat diperlukan baik untuk keperluan konservasi dan edukasi. Tujuan dari kerja praktik (KP) ini untuk mengetahui jenis-jenis amfibi yang ada di kawasan Hutan Pendidikan P-WEC dan juga mengetahui status konservasinya.
Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode Virtual Encounter Sampling (VES), Purposive Sampling dan metode jelajah. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan dari tanggal 1 Februari – 4 Maret 2025. Lokasi pengambilan data di bagi menjadi 3 titik pengamatan. Penentuan lokasi pengamatan berdasarkan survei yang sudah dilakukan sebelumnya dan dilihat lokasi mana yang terdapat banyak amfibi. Identifikasi spesies dilakukan menggunakan buku “Buku Panduan Bergambar Identifikasi Amfibi Jawa Barat dan juga Buku Identifikasi “Panduan Lapang Herpetofauna”.
Manfaat dari kerja praktik ini adalah untuk menambah wawasan dan keterampilan peneliti dalam melakukan inventarisasi amfibi di lapangan dan juga untuk memperoleh data mengenai jenis-jenis amfibi yang terdapat di kawasan hutan pendidikan P-WEC.
Hasil dari pengamatan ini ditemukan 6 spesies amfibi yang berasal dari ordo Anura yang terdiri dari family Rhacophoridae, Bufonidae, dan Microhylidae. Jenis amfibi ke-1 adalah Polypedates leucomystax dengan ciri-ciri ukuran tubuhnya sedang, warna tubuhnya coklat dan ada yang kuning gelap, kakinya bagian belakang lebih panjang dari kaki bagian depan dan jari kaki bagian belakang hampir sepenuhnya berselaput.
Microhyla achatina ciri-cirinya ukuran tubuhnya sangat kecil, warna tubuhnya kuning gelap dan coklat kehitaman, mulutnya seperti membentuk pola segitiga, pada bagian punggung terdapat garis vertebral tipis dan kecil.
Microhyla palmipes ciri-cirinya ukuran tubuhnya yang kecil, bagian mulutnya berbentuk pola segitiga, warna tubuhnya coklat dan kekuningan, terdapat bintil pada pelupuk mata, pada bagian punggungnya terdapat corak garis hitam.
Dutthaprinus melanostictus ciri-cirinya ukuran tubuhnya sedang sampai besar, warna tubuhnya berwarna coklat dan ada juga yang berwarna kuning, bagian atas tubuhnya terdapat bintil-bintil besar berwarna hitam, moncong yang runcing, panjang kaki belakang dan depannya hampir sama.
Kaloula baleata ciri-cirinya ukuran tubuhnya sedang dan gembung, kaki belakangnya sangat pendek, tympanum tersembunyi di bawah kulit, warna tubuhnya biasanya coklat dan hitam.
Phrynoidis
aspera ciri-cirinya
ukuran tubuhnya sedang sampai besar, kepalanya lebar, ujung moncongnya tumpul,
tekstur kulitnya kasar dan terdapat bintil-bintil, jari kakinya terdapat
selaput renang dari dasar jari kaki sampai ke ujung.
Jumlah individu paling banyak ditemukan pada malam hari dengan total 112, sedangkan pada pagi hari hanya ditemukan 8 individu. Kesimpulan dari kerja praktik ini adalah terdapat 6 spesies amfibi yang ada di kawasan Hutan Pendidikan P-WEC yaitu Polypedates leuocomystax, Microhyla achatina, Microhyla palmipes, Kaloula baleata, Phrynoidis aspera dan Dutthaprinus melanostictus.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), status konservasi ke-6 amfibi tersebut termasuk ke dalam kategori Least Concern (LC) atau Risiko Rendah. Hal ini disebabkan karena masih melimpahnya makanan, tersedianya habitat yang sesuai, dan minimnya predator yang memangsa amfibi tersebut sehingga jumlahnya masih melimpah.
Disusun oleh: Fredo Meical Cibro, mahasiswa UAD Yogyakarta